Setahun Di Bandung, dua tahun yang lalu

Kamis, 15 November 2012 22:51:48 - oleh : admin

Hei, :) :D :p


Ada yang baca nggak ya tulisan ini. Uhmm lagi terngiang-ngiang kota bandung, pernah tinggal disana, kurang lebih setaun banyak yang seru, banyak yang menjadi kenangan tapi banyak yang lupa tapi kadang inget tapi ntar lupa lagi. :-|


bandung


(mencari nafkah #ihik)


Baiklah,  kali ini mau sedikit cerita tentang kenangan di Bandung dua tahun yang lalu. Pertama kali ke Bandung itu waktu masih kelas 3 SD kalo nggak salah, waktu itu cuma nganter paman yang wisuda disalah satu perguruan tinggi disana, setelah itu saya lupa apa pernah ke Bandung lagi atau tidak, ohiya waktu liburan perpisahan SD juga pernah kesana ke Tangkuban Perahu terus ke Ciater terus ah sudahlah bukan ini yang mau saya ceritakan sekarang.


Uhmm singkat cerita saya mendapat tawaran pekerjaan di Bandung dari salah satu rekan, tawarannya dari YM di malam hari kala itu, entah malam apa dan entah purnama atau bukan. Disingkat lagi ceritanya saya menerima tawaran tersebut dengan mengajak satu kawan kuliah. Lagi-lagi disingkat ceritanya, berangkatlah saya dan beberapa kawan ke Bandung dengan dua tujuan, untuk wawancara kerja dan untuk mendapatkan tanda tangan dosen pembimbing (lagi sekripseh :D)  kemudian tibalah kami di kota kembang dan jreeng petualangan di mulai. Mencari alamat nyasar bolak-balik muterin jalan itu – itu lagi berjam-jam (agak lebay sih ini) dan akhirnya ketemu dideket masjid raya bandung.


Kemudian jadilah bekerja disana, seperti biasa saya tidak menceritakan pekerjaannya :p. Oke, ngekoslah saya di daerah jalan pasundan selama kira-kira 6 bulan. Agak canggung memang, dengan hanya bemodalkan merantau 1 minggu di purwokerto (wah ini seminggu di purwokerto seru banget kalo diceritain) tentu saja berbeda jauh budayanya. Dari sini mulai akrab dengan minimarket,  tapi baru sekedar akrab belum mesra (nahkan mulai ngelantur :D)


Hari berganti hari, bulan berganti bulan, saya berganti saya, kamu berganti kamu (jiaaah apa-apaan ini) oke #fokus lagi, selama disana akhirnya berkesempatan mengunjungi tempat-tempat yang menjadi ciri khas kota bandung, seperti masjid raya bandung (sampai naik menaranya :D), braga, gedung sate, kampus itb, dan saya lupa apa lagi . :))


Menara


(menara mesjid raya bandung)



Sebelumnya saya tahu, kalau mencari uang itu sulit tapi sekarang saya merasakan kalau mencari uang tidaklah mudah #loh



Fase ke dua, 6 bulan berikutnya tempat tinggal pindah ke daerah Antapani, disini selain akrab dengan minimarket juga dekat dengan para pedagang dari mulai batagor (orang tasik, sebulan sekali balik kekampungnya apalagi kalo panen pulangnya lama), roti bakar (Orang Tegal, beliau ini punya 2 cabang  dan beberapa karyawan di kios utamanya sedangkan yang diantapani jualan sendiri menggunakan gerobak besar dari jam 5 sore sampai 11malam, sedikit kata yang masih saya ingat kata beliau kurang lebihnya begini “Namanya juga jualan ya kudu sabar, sing penting sabar”), pecel lele (orang lamongan, katanya beliau ini pedagang pecel pertama didaerah situ :D, sempet digusur beberapa kali tapi tetep jualan, kalo beli disini dikasih murah :D) Mereka adalah pejuang keluarga, tumpuan dan harapan bagi anak-anaknya, semoga diberi keberkahan dan kecukupan.


woh iya satu lagi tempat yang keren, kawah putih(ciwideuy) apalagi bertepatan dengan hujan lebat :D *cerita nggak ya..


kawahPutihImage


(kawah putih beneran putih)


Kesimpulannya silahkan simpulkan sendiri, mudah-mudahan ada yang bermanfaat dari cerita yang banyak disingkat ini. Sekarang saya sudah move on ke Jakarta melanjutkan kehidupan, menjalankan kewajiban, dan menyesaki jalan. -_-“



Roda kehidupan akan terus berjalan, bahkan semakin cepat tanpa peduli kita berlari atau duduk santai bermalas-malasan, tanpa peduli.



-- semoga bermanfaat --

kirim ke teman | versi cetak | Versi PDF

Berita "Coretan Pribadi" Lainnya