Nasehat dari sahabat

Sabtu, 13 September 2014 21:11:02 - oleh : admin


Judulnya kayak novel ya, tapi bukan novel ini cuma agak banyak cerita padahal sedikit. Oh iya Gambar diatas itu gambar Stasiun Kejaksan Cirebon, ada parkir mobilnya.


Saya ingin bercerita agak banyak dari yang sedikit saya alami kemarin, sewaktu pulang ke cirebon. Akhir bulan lalu, dengan kereta argo jati jam 9 kurang seperempat saya berangkat, saya duduk di kursi nomor, nomornya lupa gerbongnya juga lupa gerbong berapa waktu itu, yang jelas pas adzan dhuhur sudah sampai di cirebon, lalu sholat. Di Masjid bertemu seorang kawan yang memang sudah janjian di sana, beliau datang dari pekalongan bersama kendaraanya, lalu kita ngobrol, ngobrolnya tidak ditulis disini, kenapa? tidak apa-apa. Tak lama kemudian datang lagi satu orang kawan dengan sepeda motornya, masih di depan masjid dekat Stasiun Kejaksan Cirebon lalu kami bertiga bersalaman khas orang Indonesia. Sudah lama sekali kami tak berkumpul seperti ini, entah berapa tahun. Tujuannya adalah untuk menghadiri pesta pernikahan seorang teman seperjuangan, karena dulu kita sama-sama berjuang untuk mendapatkan apalah itu, oh ijasah, iya kita teman kuliah, dulu. Saya tidak ingin menyebut namanya, tapi sebut saja Taryo, ngakunya sih owner micro computer tempat penjualan, serpis, dan ketok magic perkakas komputer. Satu motor dititipkan di masjid attaqwa, kemudian kami bertiga bergegas menuju lokasi hajat, tapi sebelumnya kami menjemput 1 orang lagi, dia masih bekerja dan baru selesai jam satu. Jam satu, kami jemput dia kemudian bersalaman lagi, masih khas orang Indonesia. Berangkat. Dalam mobil kami ngobrol, ngobrolnya tidak ditulis disini. kenapa? tidak apa-apa.


Ceritanya sampai di lokasi hajat, teman seperjuangan itu ternyata beneran ada disana, dan beneran menikah. Selamat! Bahagia rasanya melihat orang bahagia. Tampak sekali rona bahagia di mukanya, malah kadang dua kali, kadang lebih. Kesimpulannya dia bahagia, padahal bukan dia saja yang bahagia, jalan juga bahagia (Jl. Bahagia pagongan cirebon :)) ). Kami bersalaman dengan kedua mempelai dan orang tua mempelai kali ini salamannya tidak khas orang Indonesia, agak aneh, dan sulit dituliskan, jangan tanya kenapa.

Lalu kami berempat menuju perasmanan, tapi kami malah makan es krim terlebih dahulu, eskrimnya enak, sayang belum punya website tuh si penjual eskrim. Yang makan eskrim cuma bertiga, yang satu enggak. Karena dia yang jualan es krim, jadi maklum saja #eh. Singkat cerita, akhirnya kami makan diiringi backsound organ tunggal di depan speaker -_-.


Sedang enak-enaknya makan lalu datanglah geng motor yang ternyata adalah kawan-kawan seperjuangan juga, meraka datang berempat. Lalu kami salaman, khas orang Indonesia. Setelah makan terjadilah ‘kekacauan’ yang kalau ini diceritakan nanti jadi kacau dan tidak sesuai lagi dengan judul artikelnya. Setelah itu foto-foto lalu pulang. Misi pertama selesai.

Esoknya, misi ke dua saya adalah menjenguk salah satu teman seperjuangan juga, namun beda perjuangan. Kami biasa bertemu dimalam hari, ngaji. Saya minta tolong diantarkan, terima kasih yang sudah mengantarkan semoga dikaruniai keberkahan. Sudah 2 minggu ia dirawat dirumah sakit, beliau tertimpa musibah, sebuah kecelakaan kerja. Sampai di rumah sakit, belum boleh masuk ke ruangan pasien karena belum masuk jam besuk. Kami berdua menunggu, di lorong, di kursi, lalu kami ngobrol, ngobrolnya tidak ditulis disini. Kenapa? Tidak apa-apa. Ruangan pasien waktu itu kalau tidak salah namanya ruang mawar. Kami masuk, beliau tersenyum, didampingi kedua orang tuanya yang juga tersenyum. Ini senyum bahagia? saya tidak mengerti. Mungkin ini senyum syukur, syukur ada lagi yang (telat) menjenguk, ah saya tidak mengerti. Tidak banyak orbolan disini, saya yang biasanya pendiam, disini terdiam melihat kondisinya. Katanya sudah membaik, lalu bagaimana keadaanya 2 minggu yang lalu :’(. Saya belajar, betapa mudah Sang Maha Berkehendak membolak-balikan keadaan. Yang hari ini sehat belum tentu esok masih, yang hari ini senang belum tentu esok juga. Singkat saja, kami berdua pamit pulang, karena saya pun harus mengejar kereta jam 2 siang. Misi kedua selesai.



Harta karun itu bernama teman ~ kata ang_hilmi



Kilas balik dari kira-kira 26 Jam berada di Cirebon, hari pertama melihat seorang yang dalam keadaan perayaan bahagia, kemudian hari kedua melihat keluarga yang sedang dalam musibah, sedang dalam keadaan prihatin namun tampak bahagia juga. Silahkan ambil kesimpulan, mudah-mudahan ada manfaatnya.


Saya menulis ini sudah di Jakarta, di kamar kost, hampir 3 minggu setelah kisah diatas terjadi, sahabat yang dirawat tadi sudah pulang ke rumahnya, sudah bisa jalan, namun belum sembuh total. Hanya ingin bercerita karena kisah ini adalah nasehat untuk saya, dan ditulis agar blog ini ada isinya.


Terakhir saya ingin berdo'a semoga yang sakit segera disembuhkan, semoga yang rizqinya sempit segera dilapangkan, semoga yang terlilit hutang bisa dimudahkan melunasinya, semoga kita semua diberi kesahatan dan bisa memberi manfaat untuk sekitar, terakhir semoga yang belum mendapatkan jodoh, segera di pertemukan. Aamiin gitu.


 


- semoga bermanfaat -

kirim ke teman | versi cetak | Versi PDF

Berita "Coretan Pribadi" Lainnya