Memotret

Sabtu, 12 Desember 2015 23:10:27 - oleh : admin

Selamat malam, untuk yang membaca ini dimalam hari ini. Seperti halnya artikel ini dibuat, posisi malam sudah bergeser ke-tengah. Maksud menulis kali ini adalah karena kasihan blognya sudah lama tidak ada tulisan baru.


Ada satu kegiatan (lagi) yang saya senang melakukannya, namun kegiatan ini tidak menjadi rutinitas sehari-hari, intensitasnya bisa dibilang jarang. Kalau disebut hobi juga tidak, ini semacam kegiatan bersenang-senang. Memotret! dengan teknik sekena-nya *plak, ritual mengaabadikan momen ini cukup bisa membuat saya merasa senang. Dengan kamera digital seadanya atau terkadang menggunakan kamera ponsel. Sebagian kecil hasil jepretannya saya unggah ke flickr dan juga berencana sebagian diunggah di 500px. Sedangkan sebagian besar hasil jepretannya memang sengaja untuk koleksi pribadi. Saya lebih cenderung suka memotret objek bangunan, kendaraan, seperti bus, kereta, stasiun, halte, masjid, gedung-gedung, jembatan atau bahkan memotret masa depan.





Menunggu..


(foto kucing depan kosan)



Foto diatas, yang terlihat seperti kucing itu memang kucing, saya mengambil gambarnya tanpa seijin kucing tersebut, saya mengunggah di sini juga tanpa ijin si kucing. kucingnya sadar tetapi dia tidak menyadari kalau sedang difoto, karena saya mengambilnya secara diam-diam, tidak teriak.

Walaupun jarang dilakukan, tetapi memotret termasuk ritual yang tergolong penting, dan cukup membantu menghilangkan kejenuhan disela-sela kesibukan saya bermain pesbuk atau ngetwit. Dibalik viewfinder kamera, seolah mata saya bisa melihat sisi lain dunia, bukan sisi lain kamu. Foto bisa memanipulasi keadaan, dia mempunyai kekuatan untuk mendramatisir sesuai dengan apa yang kita inginkan, sayangnya dia tidak bisa menunda rasa lapar.  Andai saja bisa menunda rasa lapar, bisa jadi omset warung-warung makan turun secara signifikan.


Kegiatan foto memfoto ini belum pernah menghisalkan uang, karena siapa juga yang mau ngebayar :|.


 


DSCF0775


(foto diambil dari sini)


Contohnya seperti foto hujan diatas ini, tinggal ditambahkan caption sesuai dengan apa yang kita mau dengan begitu kita bisa menggiring imajinasi yang melihatnya.

Kalau mau dihubung-hubungkan dengan kehidupan atau mungkin dengan ilmu cocoklogi, memotret ini mengajarkan tentang sudut pandang, bahwasannya tidak semua mata memandang dari sudut yang sama. Dengan objek yang sama bisa menghasilkan sesuatu yang sama sekali berbeda, jika sudah berbeda maka perdebetan akan tercipta, dan untuk beberapa kepala yang semacam ini akan menjadi perdebatan abadi tanpa solusi.


Seperti biasa ditulis dari kamar tidak besar, karena kalau saya tulis kamar kecil nanti ambigu. Bertepatan dengan 1 robiul awal 1437 H, Bulan Istimewa.


- semoga bermanfaat -

kirim ke teman | versi cetak | Versi PDF

Berita "Coretan Pribadi" Lainnya